Berharap Roda Bertambah

Diposting oleh Ilma Nur Rohimah , Senin, 17 September 2012 9/17/2012 06:42:00 PM

Berharap Roda Bertambah
          Pasti.
Pernyataan tentang itu pasti ada. Tiap tahun pasti ada. Kami yang dengar juga pasti harus siap sedia.

            Pasti.
Pernyataan itu selalu saja ada. Apalagi di Bulan Ramadahan dan Syawal lebih terasa.

            Keluarga saya itu keluarga dengan anggota yang bisa dibilang lumayan. Bersama keempat saudara perempuan dan orang tua saya, pernyataan itu memang sangat pas dinyatakan. Pernyataan yang wajar, karena memang hal itu adalah sebuah kebutuhan kami.

            “Seharusnya sudah ada mobil yang mejeng disamping rumah…” J

Memang. Seharusnya memang harus ada.

FYI, Ayah dan Ibu saya itu, orang tua yang sangat peduli dan dermawan. Dermawan dalam bagi-bagi pahala. Saya bilang dermawan, karena beliau berdua itu selalu melibatkan anak-anaknya dalam kegiatan kebaikan. Seakan beliau berdua nggak mau dapet pahala sendirian. Walaupun sesulit apapun. Misalnya, kalau ada pengajian semua anaknya pasti diajak. Dan itu sudah dilakukan sejak saya kecil. Tempat yang jauh, tetap saja ditempuh walau harus 2 kali mengantar. Bayangannya seperti ini. Kloter pertama, saya dan dua adik saya. Kloter kedua, ayah bonceng ibu dan satu adik sisanya.
            “Iya, tenang aja. Masih ada yang lebih penting dibanding mobil sekarang ini..” jawab ayah tiap kali pernyataan dan pertanyaan tentang itu lagi-lagi muncul.

Saya sih, juga sangat berharap. Kami sekeluarga bisa pergi sama-sama dalam satu mobil. Siapa juga yang nggak mau?  Tapi saya tahu, ayah dan ibu saya pasti punya pertimbangan lain untuk hal ini. Ini rahasia dua insan, Haha :P

Ada satu yang membuat saya nggak terlupa dengan Ramadlan 1433H kemarin ini. I’tikaf(bermalam di Masjid) di sepuluh hari terakhir. Dan anda tahu?? Ayah dan ibu saya nggak pernah pergi I’tikaf sendirian. Pasti kami anak-anaknya diajak juga. Dari dulu sodara-sodara! Dari saya masih kelas TK sampai sekarang sudah Semester tiga. Tiap malam boyongan barang-barang kayak pindahan. Bawa selimut, jaket, makanan sahur dan cemilan sebanyak-banyaknya.

Nah, I’tikaf kali ini beda. Kami pergi ketempat yang lebih jauh dari biasanya. Di Masjid Abu Bakar, Puncak Dieng-Malang. Yang sholat malam disana itu berimamkan seorang syekh dari Makkah. Jadi feel-nya itu lho, dapet banget!^__^. Ini mungkin alasan yang menjadikan ayah dan ibu saya ketagihan I’tikaf disana. Hanya saja terkendala dengan transportnya. Syukurnya, seorang teman akrab ayah mengajak kami sekeluarga untuk kesana dengan tumpangan mobil beliau.

Namun, di hari terakhir beliau nggak bisa lagi menjemput kami. Karena beliau berencana untuk pulang kampung. Hari itu sempet sedih juga. Hari terakhir malah nggak bisa pergi L. Ayah saya juga sangat berharap malam terakhir itu bisa dimaksimalkan.

Akhirnya, ayah saya bilang “Ayo siap-siap! Ayah udah pesen taksi J

Ayah saya seakan bisa baca rutukan saya dalam hati waktu itu, ‘Coba punya mobil, kan nggak repot nunggu tumpangan’ . Asli! Saya malu berat..
Padahal sebenernya, kalau ayah dan ibu mau, beliau bisa pergi berdua dengan motor. Dan kami I’tikaf ditempat biasa.

Tapi, ternyata Tuhan saya ingin malam itu menjadi malam I’tikaf saya yang paling indah.

*****
Paginya, kami pulang dengan naik angkot. Lalu saya bilang,”Waaaaa,, tadi malem naik Taksi, sekarang ngangkot :P”
Jawab ayah saya, “Jadi kerasa semuanya kan???” J

Mm.. di angkot saya mulai berpikir.

Sebenernya Allah ingin memberikan kesempatan pada kami untuk mempunyai waktu bersama yang lebih dari biasanya dengan belum adanya mobil diantara kami.

Sebenernya Allah ingin memberikan sebuah kenangan indah yang bisa kami ceritakan pada lainnya.

Dan sebenernya Allah ingin memberikan sebuah hikmah yang mungkin tidak akan kami dapatkan jika kami mempunyai mobil itu..

Serta sebenernya, Allah SWT sudah punya timing yang tepat untuk kami diberikan sebuah mobil.

Yang penting kami sekarang mencoba untuk memantaskan diri dan terus Berharap Roda motor kami akan Bertambah jadi empat ato lebih juga nggak apa-apa, agar akhirnya membawa berjuta kebermanfaatan.
Aamiiiiiiiin \^____^/