Oh, Om Security!

Diposting oleh Ilma Nur Rohimah , Kamis, 25 Oktober 2012 10/25/2012 09:28:00 AM


       Ehm,
       Jadi begini ceritanya…
       @344&6%$(*&^)&***##2%61$%_^_--$#@76%$((7*^^%$#@!!!!!??.,>/’\){\/.,}|||!!!!!!!!!!!!!!!!
       
Bagaimana?
       Jelas kan sudah ceritanya?
Baiklah, saya akan ulang sekali lagi pembaca yang budiman..
       Jadi begini ceritanya,
       Hari ini, yaa siang tadi maksudnya. Saya mengikuti sebuah seminar yang lumayan sedikit agak berat pembahasannya. Tentang Budaya Nasional Indonesia. Namun, sayangnya saya tidak akan membahas hasil seminar tersebut. Karena ada hal penting lain yang ingin saya ceritakan disini. Karena ini adalah blog saya. Dan karena anda hanya punya hak membaca dan berkomentar. Heheh.. ^__^v
       Nah, acara ini berlangsung di Hall Puri Ratna, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Dengan segala pengalaman hidup di Jakarta yang telah berumur satu tahun, saya percaya diri untuk datang tanpa kawan. Sebenernya sih, bukan saya tidak mau ditemani. Tapi karena saya yang telat. Ditambah volume kendaraan hari ini itu padet banget! Bis yang saya tumpangi, hanya bisa terpekur ditengah jalan, berhenti total selama sejam L
       Setelah sampai di depan hotel, saya bingung. Dimana sebenarnya acara itu berlangsung. Saya masih menimbang-nimbang. Lewat pintu depan, ntar dikira mau nginep. Lewat pintu belakang, kok jadi nggak jauh beda ama CS *cleaning servis* ya? Mau lewat pintu samping, nggak bisa. Soalnya mereka nggak buat pintu samping :P. Akhirnya, saya dekati seorang security,
       Saya: “Pak, mau nanya tempat acara ini ya..”
       Security: “Acara apaan mba?”
       Saya: “bentar pak, saya cari sms-nya dulu” –sambil nguprek-nguprek henpon saya.
       Security: “Makanya mba, sms jangan banyak-banyak!!”
       Saya: -Yaaa, kok jadi Bapaknya sewot- “Iya,,iya Pak, ini mah nggak banyak. Masih ada yang lebih banyak dari segini Pak”
       Saya: “Naaaah, ini nih Pak. Seminar 4 Pilar Kebangsaan.” –sambil saya tunjukan henponnya-
       Security: “Mane sih mba..?”
       Saya: “ini lho Pak, yang saya tunjuk”
       Security: “Mane sih?” –si Bapak udah nggak sabar, dan akhirnya mengambil henpon saya-
       Saya: “Pak…!”
       Security: “iya..tunggu mba, saya baca dulu” –sambil menggese-geser layar henpon yang emang bisa digeser-
       Saya: “Udah belum Pak..? saya udah telat ini!!” -___-‘
       Security: “Oo..acara ini, kamu lurus aja Mba, sampe ketemu plang gede namanya Puri Ratna”
       Saya: “Okeh, terima kasih…! Tapi henpon saya balikin dulu Pak!”
       Security: “Oo.. ini-ini…”
       Saya: -  setengah berlari mengejar waktu, saya mikir ‘Yaaa… tapi henpon saya jangan ampe ditilep atuh Pak -___-a ‘–
Dan, akhir cerita ini adalah happy ending.
Saya tidak salah menemukan tempat acaranya, Saya ktemu kawan lainnya dan Saya dapet Ilmu yang bermanfaat hari ini insyaAllah J

Untukmu, Palestina

Diposting oleh Ilma Nur Rohimah , Senin, 22 Oktober 2012 10/22/2012 02:35:00 AM


#SavePalestina
Senin Penuh Semangat, 6 Dzulhijjah 1433H

Bulan Dzulhijjah, selain dikenal dengan bulan Haji-karena didalamnya ada perintah menunaikan ibadah haji- tetapi juga disebut sebagai Bulan Tadlhiyah atau bulan Pengorbanan. Ajaran untuk berkorban dalam bentuk kurban kita. Namun, tadlhiyah atau pengorbanan itu tidak hanya sebatas sembelihan kurban di tanggal 10 atau 11,12 dan 13 dzulhijjah yang biasa disebut hari tasyrik.
Masih dalam momen Pemaksimalan Amal di 10 hari awal bulan Dzulhijjah ini Para Pecinta Ilmu. Saya pun diingatkan dengan kondisi saudara-saudara kita di Tanah Suci Palestina. Dalam seminar kepalestinaan kemarin, Syaikh Abu ‘Uwaimer dari Palestina menjelaskan bahwa sebuah kesalahan jika kita menyempitkan makna pengorbanan dengan hanya berkurban. Bukan. Bukan itu yang diharapkan dari berkurban. Tapi terasahnya rasa kepekaan, simpati kita. Bahkan, tidak hanya simpati. Harus ada empati.
Beliau mengatakan, jika semua orang ditanya tentang Palestina, maka semua akan menjawab, ‘Ya..kami cinta Palestina’. Dan beliau tidak ragu akan pernyataan mereka. Namun, kecintaan kita itu bersifat momen opname, sesaat saja. Sehingga sering terlupa.
Untuk Palestina, tidak sembarang cinta bisa terucap. Untuk Palestina, tidak semua simpati bisa menolong.
Syaikh Abu Uwaimer pun menjelaskan, ada beberapa syarat agar kecintaan itu bernilai;
1.       Iman (الايمان)
Skala permasalahan Palestina bukan lagi skala internasional atau hubungan kenegaraan. Akan tetapi, masalah Palestina berada dalam skala yang sangat besar. Skala keimanan. Disini keimanan dipertaruhkan. Sudahkah kita termasuk orang-orang yang meyakini bahwa Palestina adalah Bumi para nabi? Palestina adalah tempat kiblat pertama umat muslim berada? Palestina memiliki Masjid Al-Aqsha yang merupakan Masjid utama untuk umat muslim.?
Ataukah kecintaan yang kita dengungkan hanya sekedar pemanis mulut belaka?  Hanya sekedar sebuah simpati kosong?

2.       Ilmu dan Pemahaman (العلم و الفهم)
Cinta kita untuk Palestina akan terus tumbuh ketika kita mengetahui dan paham betul permasalahan Palestina yang sesungguhnya.

3.       Sabar dan Semangat (الصبر و الحرص)
Bukan sabar melihat penderitaan saudara-saudara kita di Palestina, justru kita mesti geram. Tapi sabar untuk selalu memupuk rasa cinta. Dan semangat menjaga empati kita. Sama halnya dengan kesabaran dan semangat seorang ibu merawat anaknya. Bisa kita bayangkan jika tidak ada kesabaran dan semangat itu. Betapa banyak anak yang harus menyudahi hidupnya dalam waktu yang tak terbilang lama. Bisa kita bayangkan jika tidak ada kesabaran dan semangat itu. Betapa cepatnya nanti bumi Palestina akan hilang dari sejarah manusia?

4.       Kejujuran (الصدق)
Kejujuran ketika beramal dan kejujuran dalam niat untuk masalah Palestina. Jika sering kali kita mengabaikan Palestina, cobalah untuk menelisik lebih jauh lagi seberapa tulus kejujuran cinta kita terhadap Palestina?
Saat anda mendapatkan kemurnian dan kejujuran niat anda, Pasti anda adalah mereka yang benar-benar mencintai Palestina
Jadikan cinta kita untuk Palestina sebagai pemberat amal menuju Firdaus-Nya. Jadikan amalan kita di 10 hari ini amalan terindah untuk predikat amal yang Sangat Dicinta Allah SWT. (Inr/Arslan)