Untukmu, Palestina
Diposting oleh Ilma Nur Rohimah , Senin, 22 Oktober 2012 10/22/2012 02:35:00 AM
#SavePalestina
Senin Penuh Semangat, 6
Dzulhijjah 1433H
Bulan
Dzulhijjah, selain dikenal dengan bulan Haji-karena didalamnya ada perintah
menunaikan ibadah haji- tetapi juga disebut sebagai Bulan Tadlhiyah atau bulan
Pengorbanan. Ajaran untuk berkorban dalam bentuk kurban kita. Namun, tadlhiyah
atau pengorbanan itu tidak hanya sebatas sembelihan kurban di tanggal 10 atau
11,12 dan 13 dzulhijjah yang biasa disebut hari tasyrik.
Masih
dalam momen Pemaksimalan Amal di 10 hari awal bulan Dzulhijjah ini Para Pecinta
Ilmu. Saya pun diingatkan dengan kondisi saudara-saudara kita di Tanah Suci
Palestina. Dalam seminar kepalestinaan kemarin, Syaikh Abu ‘Uwaimer dari
Palestina menjelaskan bahwa sebuah kesalahan jika kita menyempitkan makna
pengorbanan dengan hanya berkurban. Bukan. Bukan itu yang diharapkan dari
berkurban. Tapi terasahnya rasa kepekaan, simpati kita. Bahkan, tidak hanya
simpati. Harus ada empati.
Beliau
mengatakan, jika semua orang ditanya tentang Palestina, maka semua akan
menjawab, ‘Ya..kami cinta Palestina’. Dan beliau tidak ragu akan pernyataan
mereka. Namun, kecintaan kita itu bersifat momen opname, sesaat saja. Sehingga
sering terlupa.
Untuk
Palestina, tidak sembarang cinta bisa terucap. Untuk Palestina, tidak semua
simpati bisa menolong.
Syaikh
Abu Uwaimer pun menjelaskan, ada beberapa syarat agar kecintaan itu bernilai;
1.
Iman (الايمان)
Skala permasalahan Palestina bukan lagi skala internasional atau
hubungan kenegaraan. Akan tetapi, masalah Palestina berada dalam skala yang
sangat besar. Skala keimanan. Disini keimanan dipertaruhkan. Sudahkah kita
termasuk orang-orang yang meyakini bahwa Palestina adalah Bumi para nabi?
Palestina adalah tempat kiblat pertama umat muslim berada? Palestina memiliki
Masjid Al-Aqsha yang merupakan Masjid utama untuk umat muslim.?
Ataukah kecintaan yang kita dengungkan hanya sekedar pemanis
mulut belaka? Hanya sekedar sebuah simpati
kosong?
2.
Ilmu dan Pemahaman (العلم و الفهم)
Cinta kita untuk Palestina akan terus tumbuh ketika kita
mengetahui dan paham betul permasalahan Palestina yang sesungguhnya.
3.
Sabar dan Semangat (الصبر و الحرص)
Bukan sabar melihat penderitaan saudara-saudara kita di
Palestina, justru kita mesti geram. Tapi sabar untuk selalu memupuk rasa cinta.
Dan semangat menjaga empati kita. Sama halnya dengan kesabaran dan semangat
seorang ibu merawat anaknya. Bisa kita bayangkan jika tidak ada kesabaran dan
semangat itu. Betapa banyak anak yang harus menyudahi hidupnya dalam waktu yang
tak terbilang lama. Bisa kita bayangkan jika tidak ada kesabaran dan semangat
itu. Betapa cepatnya nanti bumi Palestina akan hilang dari sejarah manusia?
4.
Kejujuran (الصدق)
Kejujuran ketika beramal dan kejujuran dalam niat untuk
masalah Palestina. Jika sering kali kita mengabaikan Palestina, cobalah untuk
menelisik lebih jauh lagi seberapa tulus kejujuran cinta kita terhadap
Palestina?
Saat
anda mendapatkan kemurnian dan kejujuran niat anda, Pasti anda adalah mereka
yang benar-benar mencintai Palestina
Jadikan
cinta kita untuk Palestina sebagai pemberat amal menuju Firdaus-Nya. Jadikan
amalan kita di 10 hari ini amalan terindah untuk predikat amal yang Sangat
Dicinta Allah SWT. (Inr/Arslan)



Posting Komentar