Berani Putus Asa??!!

Diposting oleh Ilma Nur Rohimah , Jumat, 18 Mei 2012 5/18/2012 10:46:00 PM


Berani Putus Asa??!!*


*modus mengancam: ON
Yang mengancam: Ilma Nur Rohimah
Yang terancam: Ilma Nur Rohimah juga
               
                Sabtu, 19 Mei 2012…

                Bangun pagi ini, ada mood beda. Habis sholat Shubuh yang dilanjutkan dengan sedikit baca wejangan-wejangan pagi (Ma’tsurat, red) -Kenapa cuma sedikit karena saya sukses tidur ditengah jalan. Oleh karena itu ingatkan saya untuk menyelesaikan mantra-mantra pagi saya, ya!-. tiba-tiba tergerak untuk membangunkan Laptop.

                Sayup-sayup dalam tidur, saya inget dengan curhatan adik kelas yang lagi galau SNMPTN. Galau diatas segalau-galaunya (Maaf Lebay :P), karena masih bingung. Ujian SNMPTN tanggal 12 Juni 2012, tapi dia masih bingung dengan kampus, bingung dengan fakultas, bingung dengan biaya, bingung dengan peluang diterimanya dia dan sederet bingung lainnya. Yang akhirnya dia BINGGUNG!!-asli dobel G, tidak ada unsur ketidaksengajaan-.

                Dia berniat minta saran dan doa untuk kegalauannya. Dalam hati, Alhamdulillah saya syukur banget karena saya masih dapat kepercayaan ditengah krisis ketidakjelasan saya saat itu *nasib! L*.

                Dan  Alhamdulillahnya lagi, saya bisa jawab kegalauan dia. Karena saya pun pernah mengalami yang demikian itu. Malah lebih parah, minna! Saya yang sekolah tingkat atas-nya berada di pondok lebih dilema lagi –waktu itu belum ada Galau soalnya-. Saya yang ingin melanjutkan ke universitas negeri harus berhadapan dengan orang tua yang ingin anaknya melanjutkan ke Universitas Al-azhar Mesir atau universitas islam lain, walopun saya juga punya keinginan itu.

                Alasan orang tua saya memang benar. Saya harus mendalami bidang yang telah saya tekuni selama 6 tahun. Tapi, saya juga ingin merasakan hal baru yang berbeda dengan dunia saya itu. Akhirnya setelah pertimbangan panjang, saya pilih saran orang tua saya (dan takdir Allah itu memang yang terbaik J).

                Dan galau saya muncul kembali, ketika dua universitas yang akan saya tuju membuka pendaftaran lebih lama dibanding lainnya. Ketika semua teman saya sibuk dengan Ospek MaBa, saya masih melongo menunggu tes masuk. Tes masuk universitas pilihan saya memang berbeda. Yang pertama Universitas Al-Azhar Mesir, yang tesnya setelah libur lebaran. Yang kedua, Lembaga Ilmu Pengetahuan Arab dan Islam (LIPIA) Jakarta, yang tesnya dua hari setelah tes yang pertama. Bisa dibayangkan gimana kondisi psikis saya waktu itu. Menjadi pengangguran tanpa status, saya bilang.

                Saat teman-teman sudah sibuk dengan dunia perkuliahannya, saya masih sibuk mempersiapkan diri untuk ujian masuk. Disela-sela persiapan, selalu saja ada pikiran-pikiran sesat yang  lari-lari dalam hati saya waktu itu. “Saya bakal keterima nggak ya? Kalo nggak keterima gimana? Saya mau ngapain? Apa kata orang nanti?”. Dan masih banyak lagilah.

                Sampai satu hari, kegalauan saya sudah nggak bisa ditolerir. Saya mengurung diri di kamar seharian (padahal ini adalah hal yang paling saya benci) dan menangis. Lucu rasanya kalo inget saat itu. Adik-adik saya bingung, “bagaimana cara menghadapi keanehan mbaknya ini?”. Orang tua saya yang sedang keluar, kaget melihat saya dengan mata sembab mirip ikan gabus ketika pulang.

                Waktu ditanya kenapa, saya langsung peluk ayah ibu sambil nanya, “kalo nanti Ilma nggak tembus  gimana?” –Aduh…. Masa lalu saya kelam sekali. Umur udah 18 tapi tingkahnya bocah 10 tahun, ckckck..-__-‘

                Ibu saya yang emang wise banget, langsung bilang “Dek.. usaha dulu dimantapkan. Tembus nggak tembus urusan belakang.”

                Kalo ayah saya, langsung ambil Al-Quran.
“Baca ini Ilma!”               
                Yang  saya baca surah Yusuf: 87, yang artinya begini
                “Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan JANGAN kamu BERPUTUS ASA dari RAHMAT ALLAH. Sesungguhnya yang BERPUTUS ASA dari RAHMAT ALLAH, hanyalah orang-orang KAFIR!”
                “Gimana? Masih berani bilang kayak gitu?” tantang ayah saya.
                “Iya wis Yah, nggak lagi” jawab saya lesu.
Rasanya seperti belum pernah denger ayat itu. Padahal akibatnya fatal banget. Coba bayangkan!!

GALAUà MENGELUHà PUTUS ASA = TIDAK PERCAYA RAHMAT ALLAH SWT = KAFIR = NERAKA

Akhir yang sangat mengenaskan. Tapi kita masih akrab dengan itu semua. Apalagi penyakit galau ini adalah penyakit menular.
Sekarang harus kita balik!

GALAUà MENGELUHà PUTUS ASA = TIDAK PERCAYA RAHMAT ALLAH SWT = KAFIR = SURGA

*Kalau begini masih BERANI PUTUS ASA???!!!

*****
                Dipenghujung kisah, saya berhasil diterima di kedua universitas tersebut. Dan setiap ada teman yang lagi galau, selalu ayat ini yang saya kirimkan. Termasuk adik kelas saya itu. Insya Allah, obat mujarab buat kegalauan kita. Karena saya sudah memberikan testimoni keampuhan resep ini. Mantap, Gan!!

                SELAMAT MENCOBA! Ganbarimasu!!!!!








          

1 Response to "Berani Putus Asa??!!"

prisca Says:

Assalamualaikum ! aku baru pindahan ni dr multiply..

Posting Komentar